Home > Pengangkutan Barang > Kedatangan Sarana Pengangkut

Kedatangan Sarana Pengangkut

.

1.Kewajiban sarana pengangkut sebelum kedatangan

Pengangkut yang sarana pengangkutnya akan datang dari:

  1. luar daerah pabean; atau
  2. dalam daerah pabean yang mengangkut barang impor, barang ekspor, dan/atau barang asal daerah pabean yang diangkut ke tempat lain dalam daerah pabean melalui luar daerah pabean,

wajib memberitahukan rencana kedatangan sarana pengangkut (RKSP) ke kantor pabean tujuan sebelum kedatangan sarana pengangkut, kecuali sarana pengangkut darat.

Kewajiban penyerahan RKSP dilakukan:

a. untuk sarana pengangkut melalui laut:

1)      paling lambat 24 (dua puluh empat) jam sebelum kedatangan sarana pengangkut, atau

2)      paling lambat sebelum kedatangan sarana pengangkut, dalam hal waktu tempuh kurang dari 24 jam.

b. untuk sarana pengangkut melalui udara, paling lambat sebelum kedatangan sarana pengangkut.

Pengangkut yang sarana pengangkutnya mempunyai jadwal kedatangan secara teratur dalam suatu periode tertentu, cukup menyerahkan Jadwal Kedatangan Sarana Pengangkut (JKSP) kepada Pejabat Bea dan Cukai di setiap Kantor Pabean yang akan disinggahi paling lambat sebelum kedatangan yang pertama dalam jadwal tertentu.

Pengangkut wajib memberitahukan setiap perubahan:

  1. RKSP, paling lambat pada saat kedatangan sarana pengangkut;
  2. JKSP, paling lambat pada saat kedatangan pertama sarana pengangkut.

Pemberitahuan RKSP dan JKSP yang telah diterima dan mendapat nomor pendaftaran di Kantor Pabean merupakan Pemberitahuan Pabean BC 1.0.

2.    Kewajiban sebelum melakukan pembongkaran barang

Pengangkut yang sarana pengangkutnya memasuki daerah pabean wajib menyerahkan pemberitahuan berupa Inward Manifest dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris kepada Pejabat di Kantor Pabean.

Penyerahan manifes dilakukan sebelum melakukan pembongkaran atau pemuatan barang.

Dalam hal tidak segera dilakukan pembongkaran/pemuatan, kewajiban penyerahan dilaksanakan:

  1. paling lambat 24 (dua puluh empat) jam sejak kedatangan sarana pengangkut, untuk sarana pengangkut yang melalui laut;
  2. paling lambat 8 (delapan) jam sejak kedatangan sarana pengangkut, untuk sarana pengangkut yang melalui udara; atau
  3. pada saat kedatangan sarana pengangkut, untuk sarana pengangkut yang melalui darat.

Kewajiban penyerahan pemberitahuan dikecualikan bagi sarana pengangkut yang tidak melakukan pembongkaran dan pemuatan barang dan:

  1. berlabuh/lego jangkar paling lama 24 (dua puluh empat) jam sejak kedatangan untuk sarana pengangkut melalui laut; dan
  2. mendarat paling lama 8 (delapan) jam sejak kedatangan untuk sarana pengangkut melalui udara.

Pengangkut yang sarana pengangkutnya datang dari luar Daerah Pabean, apabila sarana pengangkutnya tidak mengangkut barang sebagaimana dimaksud di atas, wajib menyerahkan pemberitahuan nihil.

Dalam hal sarana pengangkut dalam keadaan darurat, pengangkut dapat membongkar barang impor terlebih dahulu dan wajib:

  1. melaporkan keadaan darurat tersebut ke kantor pabean terdekat pada kesempatan pertama; dan
  2. menyerahkan pemberitahuan pabean paling lambat 72 (tujuh puluh dua) jam sesudah pembongkaran.

Pemberitahuan Inward manifes dibuat secara rinci dalam pos-pos serta dikelompokkan secara terpisah dengan pengelompokan sebagai berikut:

  1. barang impor yang kewajiban pabeannya diselesaikan di Kantor Pabean setempat;
  2. barang impor yang akan diangkut lanjut;
  3. barang impor yang akan diangkut terus;
  4. barang ekspor yang dibongkar kemudian diangkut lanjut;
  5. barang ekspor yang akan diangkut terus;
  6. barang asal Daerah Pabean yang diangkut dari satu Kawasan Pabean ke Kawasan Pabean lainnya melalui luar Daerah Pabean; dan/ atau
  7. Peti kemas kosong (empty container) yang kewajiban pabeannya diselesaikan di Kantor Pabean setempat.

Pos-pos IM dibuat:

  1. untuk pengangkutan melalui laut dan udara, atas dasar Bill of Lading/Seaway Bill atau Airway Bill;
  2. untuk pengangkutan melalui darat, atas dasar faktur/invoice atau surat jalan;

dengan uraian barang yang dapat menunjukkan klasifikasi sekurang-kurangnya 4 (empat) digit pos Harmonized System.

Selain Pemberitahuan berupa IM, paling lambat pada saat kedatangan sarana pengangkut, pengangkut wajib menyerahkan Pemberitahuan dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris secara elektronik atau manual kepada Pejabat di Kantor Pabean, berupa:

  1. Daftar penumpang dan/atau awak sarana pengangkut;
  2. Daftar bekal sarana pengangkut;
  3. Daftar perlengkapan/ inventaris sarana pengangkut;
  4. Stowage Plan atau Bay Plan untuk sarana pengangkut melalui laut;
  5. Daftar senjata api dan amunisi; dan
  6. Daftar obat-obatan termasuk narkotika yang digunakan untuk kepentingan pengobatan.

Penyerahan pemberitahuan di atas tidak berlaku bagi sarana pengangkut yang datang dari luar Daerah Pabean melalui darat.

Inward Manifest sebagaimana dimaksud di atas, yang telah diterima dan mendapat nomor pendaftaran di Kantor Pabean merupakan Pemberitahuan Pabean BC 1.1 dan berlaku sebagai persetujuan pembongkaran barang.

3.    Sanksi

  1. Pengangkut yang tidak melaporkan rencana kedatangannya dikenai sanksi administrasi berupa denda paling sedikit Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah) dan paling banyak Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).
  2. Pengangkut yang tidak memenuhi mencantumkan barang yang diangkutnya dan melaporkan pembongkarannya dikenai sanksi administrasi berupa denda paling sedikit Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) dan paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah).
Categories: Pengangkutan Barang
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: