Home > Pengangkutan Barang > Pembongkaran, Penimbunan, dan Pengeluaran

Pembongkaran, Penimbunan, dan Pengeluaran

Barang impor yang diangkut sarana pengangkut wajib dibongkar di kawasan pabean atau dapat dibongkar di tempat lain setelah mendapat izin kepala kantor pabean.

Barang impor yang diangkut sarana pengangkut dapat dibongkar ke sarana pengangkut lainnya di laut dan barang tersebut wajib dibawa ke kantor pabean melalui jalur yang ditetapkan.

Pengangkut yang telah memenuhi ketentuan pembongkaran di atas, tetapi jumlah barang impor yang dibongkar kurang dari yang diberitahukan dalam pemberitahuan pabean dan tidak dapat membuktikan bahwa kesalahan tersebut terjadi di luar kemampuannya, wajib membayar bea masuk atas barang impor yang kurang dibongkar dan dikenai sanksi administrasi berupa denda paling sedikit Rp25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah) dan paling banyak Rp250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah).

Pengangkut yang telah memenuhi ketentuan pembngkaran, tetapi jumlah barang impor yang dibongkar lebih banyak dari yang diberitahukan dalam pemberitahuan pabean dan tidak dapat membuktikan bahwa kesalahan tersebut terjadi di luar kemampuannya, dikenai sanksi administrasi berupa denda paling sedikit Rp25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah) dan paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Barang impor, sementara menunggu pengeluarannya dari kawasan pabean, dapat ditimbun di tempat penimbunan sementara.

Dalam hal tertentu, barang impor dapat ditimbun di tempat lain yang diperlakukan sama dengan tempat penimbunan sementara.

Barang impor dapat dikeluarkan dari kawasan pabean atau tempat lain di atas setelah dipenuhinya kewajiban pabean untuk:

  1. diimpor untuk dipakai;
  2. diimpor sementara;
  3. ditimbun di tempat penimbunan berikat;
  4. diangkut ke tempat penimbunan sementara di kawasan pabean lainnya;
  5. diangkut terus atau diangkut lanjut; atau
  6. diekspor kembali.

Orang yang mengeluarkan barang impor dari kawasan pabean atau tempat lain, setelah memenuhi semua ketentuan tetapi belum mendapat persetujuan pengeluaran dari pejabat bea dan cukai, dikenai sanksi administrasi berupa denda sebesar Rp25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah).

Ketentuan di atas diatur lebih lanjut dengan atau berdasarkan peraturan menteri.

a.    Impor Untuk Dipakai

Impor untuk dipakai adalah:

  1. memasukkan barang ke dalam daerah pabean dengan tujuan untuk dipakai; atau
  2. memasukkan barang ke dalam daerah pabean untuk dimiliki atau dikuasai oleh orang yang berdomisili di Indonesia.

Barang impor dapat dikeluarkan sebagai barang impor untuk dipakai setelah:

  1. diserahkan pemberitahuan pabean dan dilunasi bea masuknya;
  2. diserahkan pemberitahuan pabean dan jaminan
  3. diserahkan dokumen pelengkap pabean dan jaminan

Barang impor yang dibawa oleh penumpang, awak sarana pengangkut, atau pelintas batas ke dalam daerah pabean pada saat kedatangannya wajib diberitahukan kepada pejabat bea dan cukai.

Barang impor yang dikirim melalui pos atau jasa titipan hanya dapat dikeluarkan atas persetujuan pejabat bea dan cukai.

Orang yang tidak melunasi bea masuk atas barang impor sebagaimana dimaksud di atas dalam jangka waktu yang ditetapkan menurut Undang-Undang Pabean wajib membayar bea masuk yang terutang dan dikenai sanksi administrasi berupa denda sebesar 10% (sepuluh persen) dari bea masuk yang wajib dilunasi.

Importir dapat mengajukan permohonan perubahan atas kesalahan data pemberitahuan pabean yang telah diserahkan sepanjang kesalahan tersebut terjadi karena kekhilafan yang nyata.

Permohonan di atas ditolak apabila:

  1. barang telah dikeluarkan dari kawasan pabean;
  2. kesalahan tersebut merupakan temuan pejabat bea dan cukai; atau
  3. telah mendapatkan penetapan pejabat bea dan cukai.

b.   Impor Sementara

Barang impor dapat dikeluarkan sebagai barang impor sementara jika pada waktu importasinya benar-benar dimaksudkan untuk diekspor kembali paling lama 3 (tiga) tahun.

Barang impor sementara sampai saat diekspor kembali berada dalam pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Barang impor sementara dapat diberikan pembebasan atau keringanan bea masuk.

Barang impor sementara yang diberikan keringanan bea masuk, setiap bulan dikenai bea masuk paling tinggi sebesar 5% (lima persen) dari bea masuk yang seharusnya dibayar.

Orang yang terlambat mengekspor kembali barang impor sementara dalam jangka waktu yang diizinkan dikenai sanksi administrasi berupa denda sebesar 100% (seratus persen) dari bea masuk yang seharusnya dibayar.

Orang yang tidak mengekspor kembali barang impor sementara dalam jangka waktu yang diizinkan wajib membayar bea masuk dan dikenai sanksi administrasi berupa denda 100% (seratus persen) dari bea masuk yang seharusnya dibayar.

c.    Ekspor

Barang yang akan diekspor wajib diberitahukan dengan pemberitahuan pabean.

Pemberitahuan pabean di atas tidak diperlukan terhadap barang pribadi penumpang, awak sarana pengangkut, pelintas batas, dan barang kiriman sampai dengan batas nilai pabean dan/atau jumlah tertentu.

Pemuatan barang ekspor dilakukan di kawasan pabean atau dalam hal tertentu dapat dimuat di tempat lain dengan izin kepala kantor pabean.

Barang yang telah diberitahukan untuk diekspor, sementara menunggu pemuatannya, dapat ditimbun di tempat penimbunan sementara atau tempat lain dengan izin kepala kantor pabean.

Barang yang telah diberitahukan untuk diekspor jika ekspornya dibatalkan wajib dilaporkan kepada pejabat bea dan cukai.

Eksportir yang tidak melaporkan pembatalan ekspor dikenai sanksi administrasi berupa denda sebesar Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah).

Categories: Pengangkutan Barang
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: