Home > Tarif dan Nilai Pabean > Nilai Pabean

Nilai Pabean


Ketentuan Nilai Pabean untuk penghitungan Bea Masuk yang ada dalam Undang-undang Kepabeanan diadopsi Agreement On Implementation of Articel VII of the General Agreement on Tariffs and Trade 1994 (GATT 1994), sebagai salah satu persetujuan yang terlampir dalam perjanjian internasional tentang pendirian badan dunia WTO.

Sesuai pasal 15 UU Kepabeanan, terdapat 6 metode untuk penetapan nilai Pabean, yaitu:

  1. Metode I,     nilai pabean ditetapkan berdasarkan nilai transaksi barang impor yang bersangkutan;
  2. Metode II,    nilai pabean ditetapkan berdasarkan nilai transaksi barang identik;
  3. Metode III,  nilai pabean ditetapkan berdasarkan nilai transaksi barang serupa;
  4. Metode IV,  nilai pabean ditetapkan berdasarkan metode deduksi;
  5. Metode V,    nilai pabean ditetapkan berdasarkan metode komputasi;
  6. Metode VI,  nilai pabean ditetapkan berdasarkan tata cara yang wajar dan konsisten dari metode I sampai metode V berdasarkan data yang tersedia di daerah pabean dengan pembatasan tertentu.

Keenam metode penetapan nilai pabean di atas harus digunakan sesuai urutan hirarkinya. Jadi metode II baru dapat digunakan jika metode I tidak dapat diterapkan. Demikian juga metode V baru dapat diterapkan jika metode I smapai metode IV tidak dapat diterapkan. Atas permintaan importir, urutan metode V dapat digunakan mendahului penetapan berdasarkan metode IV.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: