Jaminan

Jaminan merupakan suatu pernyataan atau perjanjian untuk memenuhi kewajiban dalam hal tidak dipenuhi persyaratan yang ditentukan. Sebagai contoh, orang yang sedang mengajukan fasilitas pembebasan bea masuk kepada Menteri Keuangan, yang bersangkutan dapat mengeluarkan barang impornya dari kawasan pabean dengan tidak membayar bea masuk, namun harus menyerahkan jaminan sebesar bea masuk. Jaminan akan dikembalikan jika Meneteri Keuangan memberikan keputusan pembebasan bea masuk. Sebaliknya, jaminan akan dicairkan sebagai penerimaan negara jika permohonan pembebasan bea masuknya ditolak.

Berdasarkan sifat penggunaannya, jaminan dibagi dua, yaitu:

–          Jaminan yang hanya dapat digunakan sekali saja

–          Jaminan yang sekali diserahkan, dapat digunakan berkali-kali

Sebagaimana disebutkan dalam pasal 42 UU Kepabeanan:

(1)    Jaminan yang disyaratkan menurut Undang-undang ini dapat dipergunakan :

  1. sekali; atau
  2. terus-menerus.

(2)    Jaminan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berbentuk :

  1. uang tunai;
  2. jaminan bank;
  3. jaminan dari perusahaan asuransi; atau
  4. jaminan lainnya.

(3)    Ketentuan tentang jaminan diatur lebih lanjut oleh Menteri.

Yang dimaksud dengan “jaminan yang dapat digunakan terus-menerus” adalah jaminan yang diserahkan dalam bentuk dan jumlah tertentu dan dapat digunakan dengan cara :

  1. jaminan yang diserahkan dapat dikurangi setiap ada pelunasan Bea Masuk sampai jaminan tersebut habis; atau
  2. jaminan tetap dalam batas waktu yang tidak terbatas sehingga setiap pelunasan Bea Masuk dilakukan dengan tanpa mengurangi jaminan yang diserahkan.

Sebagaimana diatur dalam ketentuan Undang-undang tersebut, berdasarkan bentuknya jaminan dapat terdiri dari:

  1. Jaminan tunai, yaitu jaminan berbentuk uang tunai yang langsung diserahkan ke pihak Bea dan Cukai. Atas penyerahan jaminan diberikan tanda bukti penyerahan jamiann
  2. Jaminan bank atau garansi bank atau garansi bank, adalah jaminan dalam bentuk warkat yang diterbitkan oleh bank yang mengakibatkan kewajiban membayar kepada pihak yang memberi garansi, jika pihak yang dijamin ingkar janji (wan prestasi). Jaminan bank harus memenuhi persyaratan tertentu yang ditetapkan, seperti jangka waktu, format garansi, dan sebagainya.
  3. Jaminan perusahaan asuransi atau Customs Bond, adalah perikatan penjaminan tiga pihak. Pihak pertama (surety – penjamian) terikat untuk memenuhi kewajiban yang timbul dari pihak kedua (principal – dalam hal ini importir) terhadap pihak ketiga (obligee – pihak Bea dan Cukai), dalam hal pihak kedua tidak memenuhi kewajibannya. Hanya perusahaan asuransi yang ditetapkan dapat memberikan jaminan kepada pihak Bea dan Cukai.
  4. Jaminan lainnya, yaitu bentuk jaminan selain keiga bentuk jaminan di atas. Jaminan ini dapat berbentuk jaminan tertulis, corporate guarantee (jaminan perusahaan), promessory note (Surat Snanggup Bayar – SSB), ataupun personal guarantee (jaminan perorangan).

Jaminan tertulis hanya dapat digunakan terbatas untuk mempertaruhkan jaminan tertentu seperti: instansi pemerintah, importir produsesn, importir jalur prioritas, impor sementara bagi perusahaan pelayaran/penerbangan dan impor lain yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: